Penyebab Belum Berhasil, Kira-Kiraaaa....

Aisshhhh Maki, baru 2.5 tahun, kayak yang udah tulisannya tau banget aja yaaa, hehehe. Kali ini mau share aja dari yang saya tau kenapa kita belum berhasil di bisnis MLM Oriflame. Saya bukan background marketing, atau pakar, ini saya ambil dari pengalaman 2.5 tahun ini menjalani sendiri bisnis MLM Oriflame. 

Coba dicek yaa, sama2 kok kita selalu ngaca juga apakah ada diantara ini yang menjadi penyebabnya yaaa...

1. TIDAK MAU SEGERA MENGAMBIL TANGGUNG JAWAB

Kadang kita lupa, ya memang kita ini downline, tapi kita juga upline, atau kalaupun belum punya downline ya kita akan segera jadi seorang upline (ga ada di bisnis jaringan yang dia bisa berhasil dan mengerjakan semuanya sendirian, pasti berhasil karena bisa membina teamnya). Saking kita ingetnya kita ini adalah downline, kita terus2an "ngempeng" sama upline. Berdiri di belakang upline. 

Kalau upline bisa melakukan sesuatu yang hebat, kita akan bilang "waahh kereeen dia hebaaatttt" and that's it tanpa mengambil pelajarannya dan tanpa mau MELAKUKAN JUGA apa yang udah dicontohkan oleh upline tsb. Upline hanya mencontohkan, gak selamanya upline akan ngelakuin hal itu buat kita. Segera tiru segera duplikasi kebisaannya. Setelah jadi murid segeralah jadi guru. 

Kita hidup juga gak selamanya jadi anak-anak terus, akan tiba saatnya jadi orangtua yang punya anak juga. 

2. APA CIRI KHAS KITA? 

Setiap orang itu unik, punya pribadi masing2, ya iyalah kan orangtuanya beda, tempat tinggalnya beda, teman2nya juga beda-beda. Saya punya downline yang pendiam tapi beliau rapiiii sekali. Ada juga downline yang ceria gedabrukan dan cara kerjanya agak berantakan, hehehehe. Semuanya unik dan semuanya potensi. Kalo kata video yang saya liat di Youtube, be yourself, kita nggak bisa jadi peniru ulung, tapi kita selalu bisa jadi versi terbaik dari diri kita sendiri. 

Yakin sama yang kita lakukan. 

Yakin dan percaya diri sama diri kita apa adanya, deh! 

Kan kata Katy Perry, baby you're a firework! :) 

3. MENYALAHKAN SISTEM dan ORANG LAIN

"Ah aku juga udah pernah ikut, gak berhasil tuh!"

"Ah aku juga di jaringannya mbak yang hebat itu yang fastest leader, tapi ya sama aja tuh!"

Akhirnya digeneralisir bahwa sistemnya tidak bagus, menipu, dll. 

Ciri khas mereka yang tidak mau bertanggung jawab, padahal ya tanggung jawab atas hidupnya sendiri. Kalau berhasil yang menikmati ya dirinya dan keluarganya, kenapa gitu yang ditunjuk2 orang lain? :) 

Kalau papa suka cerita tentang sepeda yang dipake sama atlit, sepeda yang dipake atlet kemudian menang lomba, pasti di tahun depannya sepeda itu akan jadi mahal, terkenal, semua orang berlomba-lomba membelinya. Sepeda tersebut naik pamornya! 

Apakah yang beli akan langsung bisa menang lomba spt atlet tsb? 

Akan hebat spt atlet tsb? 

Ya engga lah, lha si atlet latihan siang malam, yang beli latihan juga enggak? 

Bukan kendaraaanya, bukan alatnya, tapi BAGAIMANA menjalankannya... 

4. MALAS BELAJAR 

Berapa banyak yang suka menyalahkan upline dan bilang "tidak diajarin upline"?

Berapa banyak yang bertanya kenapa saya begini tapi etraining tidak ada, training tidak muncul, buka google dan youtube tidak pernah. 

Berapa banyak yang masih tanya TIPSnya APA?

Kita punya pertanyaan tapi kita malas mencari jawabannya. Atau, kita sudah tau jawabannya tapi kita malas melakukannya. Kita selalu menggantungkan nasib sama orang lain, padahal nasibnya siapa? nasib kita, harusnya bergantungnya ke siapa? Ke kita dong! :) 

5. SUDAH SEMUA! 

"Udah lakuin SEMUA tapi kok hasilnya belum ada?" 

Darimana kita tahu kalau kita sudah melakukan SEMUA? Apa saja itu yang kita sebut SEMUA? 

Padahal pak Vladimir yang leader nomor 1 dunia aja beliau bilang, saya suka belajar, saya belajar tiap hari supaya diri saya dan ilmu saya menjadi lebih baik lagi. 

Kata orang pinter itu juga juga butuh kaca, apa kaca itu? Kaca itu adalah mentor kita yang akan bilang kita salah atau kita benar, kita masih ada di jalur atau melenceng, kita perlu dikoreksi :) 

6. MENGANGGAP BISNIS ITU SERBA PASTI

Bisnis Oriflame ini tidak pasti. Gaji bisa turun, dan bisa naik, hohohoho jujur banget makiii :p. Jujur, saya pernah turun gaji 1x. Selain itu? Ya kalo bisa diusahakan untuk naik ya usahakan naik :) Alhamdulillah setelah itu kapok gak mau gak fokus, gaji naik terus sampai saat ini. Pernah dalam sebulan naik gaji 6 juta hehehe.

Jadi, tidak pasti. 

Kebanyakan orang maunya pasti. 

Kalo ngajak temen, pasti diterima. 

Kalau tupo, pasti naik level. 

Kalau dateng training sekali, langsung pinter. 

Bisnis tidak bisa seperti itu. Kalau ada hambatan ya kita cari tau apa yang bikin terhambat dan harus bagaimana, apa jalan keluarnya. Kebanyakan hanya diam dan bingung. Berharap bos yang menyelesaikan, padahal bosnya tidak ada, kitalah pucuk pimpinannya, kita harus bikin keputusan, menerima resiko dll. Kalau siap naik penghasilannya ya siap juga tanggung jawab bertambah seiring naiknya penghasilan :) 

Gaji pertama 128 ribu kemudian menjadi 40an juta dalam 2 tahun, saya cuma pernah alami di Oriflame. Buat saya disini tempat saya mengembangkan diri untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi, lebih kuat, lebih kaya pengalaman, dan jadi jalan untuk saya dan keluarga merasakan hal2 luar biasa yang belum pernah kami rasakan sebelumnya :) 

Saya gak nemuin jalan lain selain Oriflame untuk dapetin semua di atas. 

Terlebih pengembangan dirinya :) 

5 tahun lagi, 10 tahun lagi, masa depan keluarga saya percayakan di Oriflame. 

Mau ini dan itu, pingin berhasil, pingin punya ini dan itu, nggak bisa datang sendiri, tapi harus dijemput, harus dikerjain dengan fokus. 

Sama-sama ngaca yuk temen2, apa yang bikin belum berhasil, saya pun juga teruss belajar... 

Semoga bermanfaat :) 

Yulia Riani


Share artikel ini